Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Sastra Jawa

 NGENTENI Karya : Laili Nur Aftah ( 16/01/21 ) Kembang melati tuwoh ono tengah ngimpi Sumilir wengi anggowo sumerbak wangi Awan seng mendhung nambahi ati kang bingung Pepadhang lilin, mati kesirep angin Kang mas,sampean opo ngerti roso iki Kangen sliramu, nunggoni ing pucuk wengi Kang mas,sampean opo ngerti tresno iki Kepingen raket keiket tali kang cakep Translate Bahasa Indonesia MENANTI Karya : Laili Nur Aftah ( 16/01/21 ) Bunga melati yang hidup dalam mimpi Hembusan angin membawa aroma wangi Awan yang mendung menambah hati yang sedang bingung Cahaya lilin,mati tertiup angin Tuan,apa kamu mengerti rasa ini Merindukan mu,menunggu di ujung malam Tuan,apa kamu mengerti cinta ini Yang ingin kuat tertali, tali yang indah “ puisi ini menceritakan tentang seseorang yang menunggu pujaannya pulang dari perantauan,bunga melati menggambarkan hiasan yang dulu dipakai dikepala sang wanita ketika menikah,membayangkan bau harum dari bunga melati tersebut,terkada...

Surya

 Surya Karya : Laili Nur Aftah ( 08 Maret 2019 ) Terbit   jauh di timur sana Terpancar   jauh sampai gorong-gorong dua senti celahnya Entah jatuh tepat dimana Yang kutahu cahayanya merata Sampai kolong jembatan milik negara Dan warung kopi kecil milik tetangga Yang ku tahu dia adalah surya Yang muncul bersama taburan embun nya " Puisi menggambarkan sinar matahari terbit yang sayang untuk dilewatkan,d dengan segala keindahan cahayanya yang sangat amat merata dan dinginnya embun pagi " 

Beri Aku

 Beri Aku  Karya : Laili Nur Aftah ( 14 Oktober 2019 ) Ketika kau lirik aku Aku dalam keadaan sendu Ketika kau lihat  aku Aku murung tanpa tutur lucu Berikan lembaran-lembaran kertas daur ulang itu Kan ku tuliskan bait  senada Dengan sajak kata yang mempesona " Puisi ini berartikan tentang seseorang yang sedang merasa sedih,dengan segala sesuatu nya,dia tidak bisa menghilangkan rasa sedih dan sendunya kecuali dengan puisi" yang dia tulis di atas kertas putih " 

SENJA KELABU

 SENJA KELABU Karya : Laili Nur Aftah ( 23 September 2019 ) Secangkir kopi, tak mungkin mampu memahami Sepiring roti, juga tak mungkin mampu mengerti Jikapun senja berkenan  mendengar keluhan hati Dia pun tak akan pernah    mendalami Bahwa rindu ini tak bisa diungkapkan lewat nalar dan akal sehat diri Wahai senja jingga ungu nan kelabu Jika aku dirundung rindu Maukah kau mendengarkan dongengku